Abd Rahman bin ‘Auf (wafat th.32 H) adalah sahabat dekat Nabi SAW. Ia tergolong sahabat Nabi SAW yang paling awal masuk Islam. Abdurrahman adalah putra ‘Auf bin Abdi ‘Auf, lahir pada Tahun Gajah. Namanya pada masa jahiliyah adalah Abdu Amr atau Abdul Ka’bah. Nabi kemudian mengganti namanya menjadi Abdurrahman (https://id.wikishia.net). Abdurrahman merupakan saudagar kaya yang sangat dermawan. Bayangkan saja ketika ia meninggal dunia, ia meninggalkan kekayaan yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang rupiah saat tulisan ini dibuat (https://www.islampos.com)

Ketika hijrah ke Madinah bersama Nabi SAW, ia dipersaudarakan oleh Nabi SAW dengan seorang anshar yang kaya raya dan baik hati, Sa’ad bin Rabi’. Saking baiknya, ketika diketahuinya Abd Rahman bin Auf datang ke Madinah seorang diri dan tidak pula memiliki bekal yang cukup, dia langsung berkata, “Saudaraku, aku adalah orang terkaya di kota ini, ambillah separoh hartaku ini dan aku juga punya dua orang isteri, pilihlah yang kamu sukai. Abd Rahman bin Auf yang juga memiliki hati mulia, dengan sangat bijak menjawab, ” semoga Allah melimpahkan berkahnya kepadamu, keluargamu, dan juga hartamu. Saya hanya mohon engkau tunjukkan dimana ada pasar di sini.

Di pasar yang ditunjukkan Sa’ad itulah kemudian Abdurrahman bin Auf mulai merintis bisnisnya. Karena kepiawaiannya dalam berdagang, tak butuh waktu lama bagi Auf untuk mengembangkan bisnisnya. Auf kemudian menjadi kaya raya dengan harta yang melimpah. Namun demikian, beliua adalah orang kaya yang sangat dermawan. Ia merupakan salah seorang sahabat Nabi yang menjadi tulang punggung vinansial dakwa Nabi SAW. Abdurrahman bin Auf pernah menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.4 Milyar demi memenuhi kebutuhan logistik selama Perang Tabuk. Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi, “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya. Selain itu, dia juga pernah memberikan santunan kepada veteran Perang Badar yang jumlahnya mencapai seratus orang. Tiap-tiap mereka menerima 400 dinar. (https://republika.co.id)

Di samping itu, Abdurrahman bin Auf merupakan seorang prajurit yang tangguh. Dalam beberapa peperangan yang diikuti umat Islam, dia tidak hanya memberikan bantuan materiil tapi juga tenaga. Bahkan, Abdurrahman selalu mengikuti peperangan yang diikuti Nabi Muhammad SAW. Pada saat perang Uhud, sekujur tubuh Abdurrahman terkena dua puluh satu luka. Dua gigi serinya tanggal dan kakinya pincang terkena sabetan. Sementara pada waktu perang Badar, Abdurrahman berhasil membunuh musuh-musuh Islam, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka’ab at-Taimy. (https://www.merdeka.com)

Oleh Nabi dikatakan bahwa Abd Rahman bin Auf adalah calon penghuni surga. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda, “Sepuluh orang di surga: Abu Bakar di surga, Umar di surga, Ali, Uts man, Az Zubair, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaydah bin Al Jaraah, dan Sa’ad bin Abi Waqqash.” Lalu, para sahabat bertanya, “Demi Allah, siapakah yang kesepuluh?” Rasulullah menjawab, “Abu Al A’war di surga.”

Abd Rahman bin ‘Auf: Saudagar Kaya yang Dermawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *