DR. H. Ismail, M.Ag dilahirkan di Kota Payakumbuh Sumatera Barat pada tanggal 09 April 1968. Dia adalah putera kedua dari enam bersaudara dari ayah Novel St. Rajo Endah dan ibu Hj. Nuhayati Z. Masa kecilnya dilaluinya di kampung asalnya di Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam Sumatera Barat. Setelah tamat SD tahun 1981, dia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi yang didirikan oleh seorang ulama Minangkabau, Sjech Ibrahim Musa Parabek.  Setelah menamatkan pendidikannya di pondok pesantren ini, 1987, ia melanjutkan ke Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Padang di Bukittinggi. Ia menamatkan pendidikan jenjang S1 pada 1992 dengan menyandang prediket sebagai tamatan terbaik. Lalu,  ia  diterima sebagai asisten dosen di almamaternya dan diangkat menjadi dosen PNS pada tahun 1994. Dua tahun setelah itu, 1996, ia melanjutkan pendidikannya ke Pascasarjana IAIN “Syarif Hidayatullah”  Jakarta (sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dengan beasiswa Depag RI (sekarang Kementerian Agama). Tepat pada 1998, dirinya berhasil menamatkan studi S2 dan  melanjutkan kuliahnya ke program doctor (S3) di Pascasarjana pada institusi yang sama. Pendidikan doktor ini  diselesaikannya pada tahun 2003 dengan disertasi berjudul Kontribusi Amir Syarifuddin terhadap Pembaruan Pemikiran Hukum Islam di Indonesia, atas bimbingan Prof. Dr. Said Agil Husein al-Munawar, M.A. dan Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA. Pada tahun 2010 dia mendapat kesempatan mengikuti “Educational Leadership and Management in Australian Higher Education” pada CURTIN UNIVERSITY AUSTRALIA.

Sekembali dari pendidikan S3-nya, ia kembali mengajar Fiqh dan Ushul Fiqh di almamaternya. Selain itu, dia juga diamanahi oleh Ketua STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) pada 2002 s/d 2006.  Berdasarkan pemilihan ketua yang dilakukan secara langsung dan oleh senat, Menteri Agama mengangkatnya menjadi Ketua STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi periode 2006-2010 dan 2010-2014. Pada tahun 2015-2019  dia diamanahi oleh rektor sebagai Direktur Pasacasarjana IAIN Bukittinggi. Selesai menjalankan amanah sebagai Direktur Pascasarjana, dia kemudian diamanahi oleh rektor sebagai Dekan Fakultas Syariah periode 2019-2023.

Sebagai dosen dia telah menghasilkan karya ilmiah, antara lain, Concepts Of Religious Radicalism And Strategic Roles Of Minangkabau Local Chieftains In Preventing It, Jurnal Islam realitas, 2020. A Set Of Prayer Outfits As A Mahar? Discrimination against Women in the ʻUrf Reality of the Archipelago’s Fiqh, Al-Risalah, 2020. Eksistensi Ushul Fiqh Dalam Tafsir Realitas Sosial Dan Peranan Pesantren Dalam Menjaga Dan Mengembangkannya, Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 2019. Tinjauan Mashlahah Terhadap Sanksi Pidana Poligami Dalam Draft RKUHP Pasal 465-466, Islam Transformatif: Journal of Islamic Studies, 2019. Āʼisha Bint al-Shāṭi’s Thoughts on Tarāduf and Their Implications for the Istinbāṭ of Law, Al-Risalah, 2019. Khitbah Menurut Perspektif Hukum Islam, Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 2018, Kepemimpinan Lokal Dan Enkulturasi Budaya (Penelitian) (Kajian Terhadap Kepemimpinan “Tali Tigo Sapilin” Dalam Pewarisan Nilai Adat Minangkabau Ditengah Perubahan Sosial Masyarakat Di Sumatera Barat) (2018), Pemikiran Amir Syarifuddin Tentang Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau, Prosiding International Kuis Malaysia,  (2017), Akulturasi Hukum Kewarisan Islam Dengan Hukum Kewarisan Adat Minangkabau, jurnal al-Hurriyah,  (2017), “ MALAKOK” Harmonisasi Kehidupan di Minangkabau, (2016), Eksistensi Rakyu Dalam Pengembangan Hukum Islam, Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 2016, Pembaruan Pemikiran Hukum Keluarga Islam di Indonesia, Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 2011. Hak Asasi Manusia Menurut Perspektif Islam, Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah, 2009.

Di luar kampus, dia juga aktif di berbagai kegiatan sosial keagamaan. Dia menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bukittinggi, 2015-2020, Wakil Ketua Himpunan Ilmuan dan Sarjana Syari’ah Indonesia (HISSI) Sumatera Barat, 2019-Sekarang. Sejak 2012, dirinya diberi amanah sebagai Ketua Yayasan al-Irsyad yang membawahi  Pondok Pesantren Bulaan Kamba Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam.  Bersama pengurus yayasan yang lain, dia cukup berhasil membangun dan mengembangkan yayasan yang mengelola Pondok Pesantren Al-Irsyad Boarding School tersebut dengan baik. Dia juga menjadi anggota dewan Pengawas Yayasan Sjech Ibrahim Musa Parabek, sejak tahun 2016 yang lalu dia dipercaya menjadi ketua Ikatan  Alumni Sumatera Thawalib Parabek. Selain itu, dia juga pernah menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syari’ah (MES) Bukittinggi 2010-2015, Menjadi Ketua Dewan Pembina Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

 

DR. H. Ismail, M.Ag

4 gagasan untuk “DR. H. Ismail, M.Ag

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *