Khabib Nurmagomedov. Gambar https://static01.nyt.com/images/2020

Khabib Nurmagomedov baru saja berhasil mengalahkan sang penantangnya, Justin Gaethje, dalam pertarungan utama UFC 254. Duel Khabib Nurmagomedov versus Justin Gaethje ini digelar di Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (25/10/2020) dini hari WIB tadi. Dalam pertarungan yang berjalan sangat mendebarkan itu berakhir dengan kemenangan Khabib Nurmagomedov pada ronde kedua melalui submission. Berkat kemenangan ini, Khabib Nurmagomedov berhak mempertahankan sabuk juara kelas ringan (lightweight) UFC. (medan.tribunnews.com)

Berbeda dengan kemengannya dengan Conor McGregor dua tahun yang lalu dimana Khabib tampil sangat emosional, bahkan Khabib sempat membuat kericuhan di arena pertarungan, kemenangan Khabib kali ini betul-betul sempurna. Hingga, petarung yang bergelar The Eagle ini layak disebut sebagai juara sejati. Karena, kali ini ia  tak hanya mampu mengalahkan musuhnya, Gaethje, tetapi juga sanggup mengalahkan dirinya sendiri. Seperti kata Nabi SAW, Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, sungguh orang yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Selain itu, Nabi SAW dalam hadisnya yang lain juga pernah bersabda

“Perjuangan (jihad) yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya).

Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dan Ad-Dailami.

Baca juga Abdurrahman bin Auf: Saudagar Kaya Yang Dermawan

Hadis di atas menunjukkan bahwa juara sejati itu adalah sang juara yang tak hanya mampu mengalahkan musuhnya, tetapi juga mampu mengalahkan dirinya dan hawa nafsunya.  Adapun musuh dalam diri seorang petarung itu sebenarnya adalah berupa kesombongan, riya’, serakah, dan lain-lain. Musuh inilah sesungguhnya yang harus dikalahkan terlebih dahulu, oleh si petarung sebelum mengalahkan musuh-musuhnya yang lain. Caranya tak lain adalah dengan tetap berketeguhan hati untuk fokus kepada pertandingan yang akan dihadapinya, selalu ingat kepada tuhannya, sabar, dan tidak berpolemik. Kemudian ia mesti mampu membebaskan diri darinya dari sikap sombong dan hanya untuk sekedar mencari popularitas.

Khabib Nurmagomedov kali ini betul betul mampu menjadi pemenang dan juara sejati. Ia sebelum bertanding dengan Justin Gaethje telah mampu mengalahkan dirinya, jauh dari sifat sombong, membangun integritas dirinya sebagai seorang yang beragama Islam. Ketika jumpa pers dia bukan meremehkan calon lawannya melainkan menyanjungnya dengan mengatakan bahwa Justin Gaethje adalah lawan paling berbahaya yang pernah dihadapinya selama kariernya. Di dinding kamar hotelnya dia tulis “Saat Allah bersamamu, tidak akan ada yang bisa mengalahkanmu. Anda harus percaya.”

Demikian Khabib Nurmagomedov menjadi juara sejati karena dapat mengalahkan musuhnya sekaligus dirinya sendiri atau hawa nafsunya.

Khabib Nurmagomedov: Sang Juara Sejati
Ditag pada:        

3 gagasan untuk “Khabib Nurmagomedov: Sang Juara Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *