Menjadi hamba yang dicintai oleh Allah SWT tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun, tak semua orang bisa mencapainya. Alasannya macam-macam. Bisa akibat tak mengetahui cara mendapatkan cintaNya, bisa juga karena enggan melakukan perbuatan yang mendatangkan cintaNya tersebut. Sama dengan seorang anak yang ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya atau seorang kekasih dari pujaannya. Ia mengira bahwa usaha dan perbuatan yang dilakukannya dapat mendatangkan kecintaan dari mereka. Ternyata, bukan itu yang diharapkan oleh orang tua atau kekasihnya. Ada sebagian hamba yang mengira, bahwa  rajin ke masjid dan beriktikaf di dalamnya dalam waktu yang lama akan dapat merebut cinta Allah kepadanya. Rupanya anggapan semacam ini ternyata keliru. Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang suka membuat orang lain bahagia olehnya, baik oleh tutur katanya begitu juga oleh tindak tanduknya.( pengusahamuslim.com)

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani, Nabi SAW bersabda, “Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).

Baca Juga Nasehat Nabi SAW Kepada Abdullah Bin Amru Bin Ash

Selain hadis di atas, masih banyak sebenarnya hadis-hadis lain yang menjelaskan betapa Allah SWT sangat cinta dan sayang kepada orang-orang yang menyediakan dirinya untuk membantu orang lain. Hadis tersebut antara lain berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Sebagai balasan cinta Allah kepada hamba-hambanya tersebut, akan Dia hilangkan pula kesedihan atau kesusahan dari dirinya, tidak hanya di dunia, bahkan juga di akhirat. Hal ini dijelaskan pula oleh Nabi SAW dalam hadisnya, antara lain berbunyi “Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya” (HR. Muslim)

Intinya untuk menjadi hamba yang dicintai oleh Allah, rebutlah terlebih dahulu cinta hambaNya, yakni dengan suka menolong dan membebaskan orang lain dari kesusahannya.

Menjadi Hamba Yang Paling Dicintai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *