Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling sempurna. Tak, mudah untuk melukiskan seperti apa kesempurnaan pribadi yang teramat mulia itu. Orangnya sangat tampan. Perawakannya proporsional, tidak terlalu gemuk dan tidak pula terlalu kurus. Beliau tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Langkahnya pasti dan tatapan matanya penuh simpati. Hatinya lembut dan bersahaja. Kepribadiannya sangat kuat. Dialah lahir pada 12 Rabiul Awal 571M itu dari pasangat manusia biasa Abdullah bin Abdul Muthallib dan Aminah binti Wahab. (detik.com)

Pada usia 40 tahun, saat beliau sudah sangat matang, Allah menurunkan wahyu kepadanya. Ia diutus oleh Allah membawa misi keselamatan bagi sekalian alam. Sebuah tugas yang tentu saja sangat berat bagi seorang Muhammad yang sejak kecil tak lepas “dirundung malang.” Masih dalam kandungan ibundanya Aminah, ayah beliau, Abdullah, sudah wafat. Kemudian belum genap usianya 6 tahun, ibundanya pun pergi pula menghadap Tuhannya. Kakeknya pun, Abdul Muthallib, tak pula panjang umurnya. Pamannya Abu Thalib lah satu-satunya kerabat yang menjadi tempat mengadu baginya.

Baca juga Nasehat Nabi SAW kepada Abdullah Bin Amru Bin Ash

Sebenarnya dengan modal kepribadian yang kuat, jujur, dan penuh simpati, yang dimiliki oleh Muhammad, tidaklah sulit bagi penduduk kota Mekah untuk mengakui kerasulannya. Mereka yang masih memiliki Alkitab pun mengenal kerasulan Muhammad sebagaimana dia mengenal anak mereka sendiri. Namun, karena ego yang pantang kalintehan, para aristokrat Makah menentang keras dakwahnya.

Keberhasilan Muhammad SAW dalam dakwahnya justeru dicapainya di Yasrib, yang kemudian oleh beliau diganti namanya dengan Madinah, kota Madani. Hingga, kota Madinah menjadi basis di mana dakwah Islam dimulai. Meski tantangan di Madinah tak kalah beratnya dari di Makah, Nabi SAW telah berhasil mengembangkan dakwahnya dan membangun sebuah peradaban baru yang memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kemajuan dunia. Hingga, kalau saja dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah mengalami kegagalan sebagaimana di Makah sudah pasti Islam yang rahmatan Lil ‘alamien itu tak sampai ke negara kita ini.

Nabi Muhammad SAW yang sangat mulia itu sudah sangat lama wafat. Untuk mengenang jasanya dan untuk tetap memuliakannya, pada kesempatan ini kita peringati hari kelahirannya, Selamat Maulid Nabi SAW 1442 H.

Nabi Muhammad SAW Sang Pembawa Kebenaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *