Abdullah bin Amru bin Ash adalah sahabat Nabi SAW yang tergolong taat dan ahli ibadah. Hampir semua waktunya dihabiskan untuk beribadah, seperti puasa dan shalat malam. Namun, ketika perihal itu sampai kepada Nabi SAW, beliau ternyata tidak merestuinya.(republika.co.id)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al Ash Ra sendiri diceritakan, bahwa Nabi Saw bersabda: Benarkan informasi yang sampai kepadaku bahwa engkau berpuasa sepanjang hari, dan shalat malam yang engkau lakukan sepanjang malam?
Abdullah menjawab : benar ya Rasulullah.

Lalu Nabi Saw bersabda: Janganlah engkau melakukan begitu, tetapi berpuasa dan berbukalah, shalat malam tetapi juga sisakan waktu malam untuk tidur, sesungguhnya bagi jasadmu ada hak yang harus engkau penuhi, bagi matamu ada hak yang engkau harus penuhi, istrimu juga mempunyai hak yang wajib engkau penuhi, dan bagi tamu engkau juga punya hak yang harus engkau penuhi.

Sesungguhnya cukuplah puasa 3 hari dalam setiap bulan, karena bagimu dalam setiap 1 kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat. Dengan demikian jika berpuasa 3 hari setiap bulan berarti sama dengan puasa 1 bulan atau bila dilakukan setiap bulannya sama saja dengan berpuasa setahun.

Mendengar ucapan Nabi Saw itu, maka aku memegang teguh dan akupun diteguhkan pada hal yang demikian. Namun Abdullah tetap menginginkan dapat berpuasa lebih banyak dan berkatalan dia kepada Nabi Saw.

Abdullah lalu berkata : Wahai Rasulullah aku mendapatkan diriku masih cukup kuat. Nabi Saw bersabda: Kalau begitu puasalah sebagaimana puasa Nabi Daud As, janganlah kamu menambah dan melebihkannya.

Aku berkata : Bagaimana puasanya nabi Daud As. Nabi Saw bersabda : Puasalah separuh masa (sehari puasa sehari tidak) (HR Bukhari).

Baca juga Abdurrahman bin ‘Auf: Saudagar Kaya Yang Dermawan

Nasehat Nabi SAW kepada sahabat beliau Abdullah bin Amru bin Ash merupakan sesuatu yang luar biasa. Nasehat itu tentu juga berlaku buat kita semua. Silahkan beribadah sebanyak-banyaknya, tapi ingat jangan mengabaikan hak diri dan hak isteri, keluarga, dan orang lain. Sebagaimana hadis di atas, Nabi SAW ternyata tidak menyukai orang-orang yang giat beribadah tetapi mengabaikan hak diri, keluarga, dan orang lain (tamu).

Nasehat Nabi SAW Kepada Abdullah bin Amru bin Ash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *