Paradog Islam dan muslimin maksudnya adalah ada pertentangan antara Islam sebagai agama yang berisikan ajaran yang suci dengan pemahaman dan praktek keagamaan penganutnya. Sementara ada adagium yang menyebutkan bahwa Islam itu tinggi atau agung dan  tidak ada yang lebih tinggi atau agung dari Islam itu. Namun, orang-orang Islam atau muslim sering diidentikkan dengan miskin dan tidak maju, untuk tidak menyebutnya terbelakang. Kondisi umat Islam, sebagaimana yang dikemukakan di atas sangat paradog dengan ajaran Islam. Karena, ajaran Islam sangat berorientasi kepada kemajuan dan peradaban. Coba saja perhatikan teks wahyu yang pertama turun yakni berupa perintah untuk membaca, “iqra“. Kemudian, perintah membaca itu diikuti pula oleh perintah Nabi SAW untuk menulis, terutama kepada sekretarisnya yakni menuliskan wahyu yang beliau terima. Sah dan dapat diyakini bahwa membaca dan menulis adalah kunci dari ilmu pengetahuan yang merupakan penentu bagi peradaban. Bila kemudian yang terjadi sebaliknya, miskin dan tidak maju atau tidak berperadaban tentu saja suatu yang paradog.

Baca Juga Arab dan Islam: Dua Entitas yang Tak Bisa Dipisahkan

Paradog antara Islam dan umatnya ini menurut Muhammad Iqbal, ulama, filusuf, dan negarawan India, adalah disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, kebekuan dalam pemikiran. Ada perseteruan antara kelompok konservatif dengan kelompok rasionalis, yang dimenangkan oleh kelompok konservatif. Kedua, salah dalam memahami konsep zuhud. Hingga, Zuhud difahami sebagai meninggalkan semua yang bersifat duniawi. Padahal Zuhud itu hanyalah membersihkan hati dari kecintaan secara berlebihan kepada duniawi. Ketiga, runtuhnya Bagdad oleh pasukan Mongol awal abad 13 (alif.id)

Untuk keluar kemunduran peradaban Islam tersebut, Iqbal kemudian menulis karya monumentalnya dengan judul, The Recontruction of Religious Thought in Islam. Namun, melihat apa yang dialami oleh umat Islam sekarang, tampaknya apa yang pernah ditulis Iqbal tersebut, tidak banyak berpengaruh. Bahkan, menurut Amin Abdullah, Ketua Komisi Kebudayaan, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) terdapat kecenderungan menguatnya konservatifisme Islam saat ini, tidak hanya di indonesia, juga di negara-negara lain di dunia, yang menurut Abduh adalah menjadi penyebab kemunduran.

Bila konserfativisme ini terus menguat, paradog Islam dan muslimin akan terus terjadi. Hingga, peradaban Islam tidak akan mengalami kemajuan. Untuk keluar dari paradog ini orang-orang islam mesti meninggalkan faham konserfativisme tersebut selanjutnya bergerak ke modernisme islam atau moderatisme.
Wallahu a’lam

Paradog Islam dan Muslimin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *