Reputasi sering juga disebut dengan citra. Secara definitif, ia dapat didefinisikan sebagai a picture of mind, yaitu suatu gambaran yang ada di dalam benak seseorang.┬áReputasi dapat berubah menjadi buruk atau negatif, apabila kemudian ternyata tidak didukung oleh kemampuan atau keadaan yang sebenarnya (Medium.com). Reputasi itu biasanya diperoleh karena prestasi seseorang dalam bidang-bidang tertentu, baik dalam bidang agama, ilmu pengetahuan, sosial. politik, budaya, dan lain-lain. HAMKA misalnya, memiliki reputasi sebagai ulama dan budayawan. Selain terkenal dengan dakwahnya yang sejuk dan menggembirakan hati pendengarnya, Ia juga terkenal dengan karya-karya monumentalnya semacam Tafsir al-Azhar, tenggelamnya kapal Van Der Wij, dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Muhammad Ali, memiliki reputasi dalam olah raga tinju. Jika Anda pernah mendengar pepatah,” harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”, maksudnya adalah reputasi. Karena, reputasi itulah yang selalu dikenang orang, bahkan tercatat dalam sejarah. Kalau hanya sekedar nama, ia akan hilang bersamaan dengan matinya seseorang.

Reputasi juga diperoleh dari jasa. Orang-orang yang berjasa adalah orang-orang yang memiliki reputasi. Karena jasanya, ia kemudian dikenang. Itulah yang membuat nama-nama pahlawan itu seakan abadi. Untuk kepahlawanan ini dalam falsafah hidup orang Minang dijumpai adagium, “hiduik bajaso, mati bapusako, alam takambang jadi guru (hidup berjasa, mati berpusaka, alam terkembang jadi guru”. Hiduik bajaso, memiliki kaitan yang erat dengan reputasi. Artinya, menurut falsafat tersebut, orang tak boleh mati, melainkan meninggalkan jasa yang akan dikenang pada kemudian hari.

Baca Juga: Menjadi Hamba Yang Paling Dicintai

Nabi Ibrahim AS pernah berdoa kepada Allah untuk ini, “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memusakai surga yang penuh kenikmatan. Q.S. Asy-Syu’ara: 83-85. Doa Ibrahim as ini saya kira sarat sekali dengan apa yang sedang dibahas ini. Betapa seorang Ibrahim as sangat memperhatikan aspek nama baik tersebut dalam kehidupannya. Apa yang dilakukan Ibrahim as ini sangat baik sekali untuk ditauladani. Karena, Ibrahim as juga merupakan tauladan bagi nabi-nabi dan juga mukmin lainnya. Doa ini sangat baik sekali untuk dibaca, Nabi Ibrahim saja yang merupakan kekasih Allah, masih mau berdoa, apa lagi kita yang hanya hamba Allah biasa.
Wallahu a’lam

Reputasi: Nama Baik Seorang Anak Manusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *