Taqwa adalah patuh dan tunduk kepada Yang Maha Kuasa dengan mengerjakan apa saja yang diperintahkanNya dan meninggalkan segala laranganNya. Dalam kacamata agama takwa adalah tujuan hidup. Orang- orang yang berhasil mencapainya, adalah orang-orang yang paling mulia di sisiNya. Kata Allah dalam Firmannya (QS. Al Hujurat: 13)

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling taqwa.” 

Adapun balasan bagi orang yang bertaqwa ini sangat banyak.  dan salah satu yang terpenting darinya adalah terlepas dari segala permasalahan hidup. Dalam al-Quran Surat al-Thalaq ayat 2 Allah berfirman,

“Barang siapa yang bertaqwa, akan diberikan kepadanya jalan ke luar (dari segala permasalahan hidupnya)”.

Manusia dalam hidupnya tak lepas dari persoalan. Bahkan sejak dalam kandungan sampai ke liang kubur, selalu saja ada persoalan hidup yang dihadapi. Sebagaimana firmanNya dalam Q.S. al-Balad ayat 4,

Sesungguhnya kami ciptakan manusia itu dalam keadaan susah.

Dalam tafsir Muyassar disebutkan, bahwa manusia diciptakan untuk menghadapi kesusahan di dunia, jika ia berjalan di atas kebenaran maka akan baik kehidupannya di dunia maupun di akhirat, sedangkan jika ia berjalan di atas kekafiran maka kehidupannya akan penuh dengan kesusahan baik di dunia maupun di akhirat.(tafsirweb.com)

Baca juga Islam Kaffah: Upaya Menuju Muslim yang Sebenarnya

Ayat di atas tidak membatasi bentuk permasalahan yang dapat diurai dengan taqwa. Namun, salah satu masalah yang berat yang dapat diselesaikan dengan menjaga ketaqwaan itu adalah masalah ekonomi atau keuangan. Itu barangkali yang membuat Allah SWT melanjutkan firman-Nya dengan mengatakan,

“Kami akan beri mereka rezeki yang tidak mereka duga-duga dari mana datangnya”.

Tentang masalah ini sebenarnya banyak kita telah mengalaminya. Namun, kita tidak menyadari bahwa hal itu sesungguhnya adalah buah ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Sekarang persoalan kehidupan sangat banyak. Apalagi pandemi covid-19 telah merubah (kalau tidak dikatakan merusak) sendi-sendi kehidupan. Selain kehilangan nyawa, banyak orang orang yang kehilangan pekerjaan atau kehilangan sumber pendapatan. Terjadi pertengkaran antara suami isteri, timbul keresahan sosial dan segala macamnya. Berpedoman kepada ayat di atas kiranya ketaqwaan akan dapat menjadi pengurai dari tumpukan permasalahan tersebut. Antara lain wujud ketakwaan itu adalah meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, menjaga shalat lima waktu, berbuat baik kepada ibu bapa, membantu orang-orang lemah, dan berbagi dengan sesama. Wallahu a’lam

Taqwa: Pengurai Masalah Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *