Ulama adalah orang-orang alim atau memiliki ilmu agama yang mumpuni. Mereka adalah pewarisi Nabi-Nabi. Dalam hadisnya Nabi SAW pernah bersabda, “Para ulama adalah pewaris nabi-nabi. H.R. at-Turmuzi. Dengan ditetapkannya ulama sebagai pewaris Nabi-Nabi oleh Nabi SAW sedangkan ulama itu adalah orang alim atau orang yang berilmu pengetahuan, tentu menyiratkan bahwa yang akan diwarisinya tentu bukan harta ataupun kekuasaan, melainkan agama dan ilmu pengetahuan. Hal ini setara dengan Hadis Nabi SAW dari Aisyah, Nabi SAW bersabda  “Kami para nabi tidak mewariskan harta. Apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah [milik umat].” (HR Bukhari). Selain itu Nabi SAW juga pernah bersabda, , “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara [pusaka]. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya selagi kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Alquran) dan sunah Rasul.” (HR Malik, Muslim dan Ash-hab al-Sunan). Hingga, ada kesesuaian antara yang ditinggalkan dengan yang berhak menerimanya. Berbeda dengan harta, agama dan ilmu pengetahuan tidak habis dikonsumsi atau digunakan, melainkan bersifat dinamis atau berkembang. Adalah kewajiban bagi yang mewarisinya untuk menjaga dan mengembangkan warisan dari Nabi tersebut, tidak menjadikannya beku atau jumud. (republiko.co.id)

Oleh karena itu, ungkapan “kembali kepada Nabi SAW” maknanya adalah kembali kepada spirit agama Islam dan ilmu pengetahuan yang ditinggalkan oleh Nabi tersebut, bukan kembali ke zamannya secara pragmatis. Nabi SAW sendiri memiliki terobosan yang berbeda ketika beliau berada di Makkah dan ketika beliau berada di Medinah. Bila di Makkah, Nabi lebih banyak berbicara tentang dasar-dasar agama yakni iman dan amal sholeh dalam arti sempit, di Madinah Nabi SAW telah melangkah ke ranah muamalah dan amal sholeh dalam arti yang luas. Di Madinah juga Nabi SAW pertama kali meletakkan dasar- dasar negara dan pemerintahan. Khusus untuk yang terakhir ini, Nabi SAW yang sangat bijaksana memberi kebebasan kepada pewarisnya untuk berakselerasi sesuai dengan zamannya, dengan ungkapan yang sangat populer, “antum a’lamu bi umuuri ad-dunyaakum“, kamu (tentu) lebih tahu mengenai urusan dunia mu.

Baca Juga Nabi Muhammad SAW Sang Pembawa Kebenaran

al-Khulafau al-Rasyidun, Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar ibn Khatab, Usman ibn Affan, dan Ali bin Abi Thalib, adalah generasi pertama yang sukses menjadi pewaris Nabi SAW. Keempatnya berhasil menjadi ahli waris yang sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Nabi SAW dalam hadisnya. Dengan spirit iman dan ilmu pengetahuan yang ditinggalkan Nabi SAW, Abu Bakar pernah mengambil kebijakan politik yang cukup kontroversial sebenarnya ketika itu yakni memerangi kelompok muslim yang tidak mau membayar zakat. Beliau juga menunjuk “putra mahkota” yang akan menggantikannya sebagai Khalifah, yakni Umar ibn Khatab. Umar bin Khatab sendiri sangat terkenal dengan ijtihad-ijtihadnya yang oleh sebagian sahabat dan generasi sesudahnya dipandang kontroversial, diantaranya membiarkan tanah2 rampasan tetap berada pada pemiliknya dengan kompensasi pajak untuk negara. Begitu pun Usman ibn Affan yang terkenal dengan armada angkatan laut serta mushaf Al-Qur’an yang dibuat pada masanya, yakni Mushaf Usmani. Ali bin Abi Thalib merupakan kunci ilmu pengetahuan. Sebagaimana kata Nabi SAW, aku adalah gudang ilmu dan Ali adalah kuncinya.

Generasi-generasi yang terkumudian, Daulah Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, sampai kepada Turki Usmani, berhasil mencapai kegemilangannya setelah mereka berhasil menangkap spirit yang ditinggalkan oleh pendahulunya, yakni spririt iman dan ilmu pengetahuan. Generas-generasi tersebut kemudian redup ketika ulama-ulama atau ahli-ahli agama dan ilmu pengetahuan yang mewarisi nabi tersebut menghilang dan mati.

Kalau kita ingin menjadi atau diakui sebagai pewaris Nabi SAW, yang harus kita lakukan adalah menjaga iman dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Kalau kita tetap dalam kejumudan kita dan bertahan dalam konservatifisme, tidaklah berhak mengaku sebagai pewaris Nabi.
Wallahu a’lam

Ulama Pewaris Nabi-Nabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *