Yusuf as adalah sosok elegan pembesar istana. Sedangkan Musa as adalah sosok yang sangat dihormati dan dikenal dalam agama-agama Abrahamik. Keduanya, menjalani kehidupan yang tak jauh berbeda. Yusuf as hidup dan dibesarkan di lingkungan istana, Musa as juga demikian. Hanya saja, masa dan raja di mana keduanya memulai kehidupannya berbeda. Yusuf hidup pada masa Mesir diperintah oleh raja Abdul Azis, sedangkan Musa as hidup pada masa Mesir diperintah oleh raja Fir’un. Yusuf masuk ke Istana pada masa kanak-kanak, sedangkan Musa sejak masih bayi. Betapapun perbedaannya, keduanya adalah rasul Allah yang memulai hidup dan dakwahnya di Istana. Dengan ketampanan yang dimiliki Yusuf, ia menjadi kecintaan keluarga istana dan dengan kelucuan Musa, dia menjadi kesayangan keluarga istana, kecuali Fir’aun yang selalu mengkhawatirkannya.

Namun demikian, hidup di istana bukan tanpa ancaman bagi mereka berdua. Yusuf selalu berada dalam bayang-bayang godaan Zulaikha. Wajah Yusuf yang sangat tampan membuat Zulaikha, permaisuri raja, tergoda olehnya. Sementara, Musa senantiasa berada dalam pengawasan dan mata-mata Fir’aun. Musa as yang sejak kecil telah menunjukkan tanda-tanda perlawanan kepada Firun membuat Firun tidak tenang olehnya. Untung saja Yusuf lolos godaan Zulaikha dan Musa lolos dari ancaman dan kejaran Fir’aun.

Baca Juga: Yusuf as: Sang Nabi dan Birokrat Teladan

Tinggal di istana ternyata tak membuat keduanya kemudian larut dengan kehidupan yang mewah dan serba ada. Keduanya tetap berjuang untuk mendakwahkan agamanya dengan romantikanya masing-masing. Dan Keduanya tetap saja mengkritik, bahkan dengan keras menentang raja. Dalam mengajukan kritiknya, Yusuf as yang elegan cenderung persuasif, sedangkan Musa yang pemberani cenderung konfrontatif. Tapi, apapun itu, keduanya adalah orang-orang yang berkomitmen untuk kebenaran dan keadilan. Yusuf terus berjuang untuk agama dan (membantu raja) untuk kemakmuran rakyatnya, Musa terus berjuang untuk agamanya dan membela kaumnya, Bani Israil, dari kesewenang-wenangan Fir’aun terhadap mereka.

Dalam catatan sejarah keduanya terbilang berhasil dalam da’wahnya. Yusuf kemudian menjadi penguasa Mesir yang berhasil mensejahterakan rakyatnya. Musa pun berhasil menyelamatkan Bani Israil dari kebiadaban dan kesewenang-wenangan Fir’aun. Demikian dua Nabi Allah, Musa dan Yusuf as, meski pernah hidup dan dibesarkan dalam lingkar istana atau kerajaan, tetap berkomitmen kepada kebenaran.
Wallahu A’lam.

 

Yusuf as dan Musa as: Dua Nabi yang Hidup di Istana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *